Yakin Area Anda Sudah Aman? Pastikan Dulu Hal-Hal Berikut ini…

29 Jan 2019

10 Hal yang Perlu Dilakukan Untuk Memastikan Area Anda Sudah Aman.

 Keamanan merupakan aspek yang harus diperhatikan dalam suatu area sebagai bentuk melindungi manusia dan asset dari ancaman. Upaya pencegahan terutama pada tempat umum terdiri dari sejumlah tahapan dan memerlukan partisipasi berbagai pihak agar memberikan proteksi maksimal. Upaya pencegahan harus meliputi keselamatan manusia serta keamanan barang atau aset yang ada di dalam suatu area.

Berikut merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk memastikan area anda sudah aman:

Kenali area anda.

Mengetahui dan mengenal baik area yang ingin anda lindungi akan membantu menentukan seberapa besar proteksi yang diperlukan serta peralatan dan sistem keamanan apa saja yang dibutuhkan. Kebutuhan perlengkapan  dan sistem keamanan suatu area tentu berbeda dengan area lainnya, misalnya peralatan dan sistem keamanan yang dibutuhkan pada area bandara dengan area pabrik tentulah berbeda.

Hal- hal yang perlu diperhatikan seperti: kondisi keamanan di lokasi tersebut, potensi bahaya yang dapat terjadi, aset atau barang berharga apa yang disimpan dalam area tersebut, dll.

Kerapihan dan kebersihan lingkungan

Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan serta mengenali bahan-bahan yang mudah terbakar. Simpanlah barang-barang yang mudah terbakar seperti minyak dan cat di tempat yang aman dan rapat. Selalu bersihkan dan merapikan kembali bahan-bahan yang mudah terbakar tesebut setelah digunakan.

Jalur evakuasi

Penerapan jalur evakuasi harus dirancang sejak awal perencanaan pembangunan suatu area khususnya gedung dengan perhitungan seksama agar penggunaannya kelak tidak akan terganggu oleh elemen bagunan lain. Pastikan jalur evakuasi mudah dijangkau dan bersih dari halangan apapun sehingga dapat berfungsi dengan baik jika diperlukan.

 Standar keamanan dan keselamatan yang berlaku

Pastikan area anda sudah dilengkapi dengan peralatan dan sistem keamanan yang sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku. Misalnya, untuk penanggulangan bahaya kebakaran, National Fire Protection Association (NFPA) merupakan standar untuk sistem penanggulangan kebakaran secara internasional. Di Indonesia sendiri, pengawasan rancangan, kelengkapan dan efektivitas sistem proteksi kebakaran dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan SNI. Sedangkan untuk standar peralatan keamanan lain, dapat menyesuaikan dengan jenis area dan Peraturan Daerah masing-masing

Akses keluar masuk orang, barang dan kendaraan.

Manajemen akses keluar masuk orang, barang dan kendaraan dilakukan sebagai langkah awal dalam pencegahan berbagai ancaman dan pencurian. Visitor Management System dapat membantu untuk mengkategorikan pendatang. Access control dengan finger print ataupun kartu akses dapat digunakan untuk membatasi orang untuk masuk ke dalam area tertentu. Pengawasan barang dan kendaraan dapat menggunakan peralatan keamanan outdoor perimeter seperti tyre killerUnder Vehicle Surveillance System (UVSS), barrier gatewedge barrier serta X-ray Scanner.

Keamanan dari bahaya terorisme.

Ancaman teror biasanya terjadi pada tempat umum dimana terdapat banyak orang berkumpul. Perlengkapan anti-terror seperti CCTVUnder Vehicle Surveillance System (UVSS),bomb detector walk through metal detector dan X-ray scanner sangat membantu dalam mencegah dan mendeteksi terjadinya bahaya terror di area anda. Selain itu, petugas keamanan juga harus teliti dan cekatan dalam mengamati, mengawasi dan menindaklanjuti hal-hal yang mengindikasikan resiko keamanan.

Keamanan barang berharga dan dokumen penting

Pemasangan CCTV sangat membantu memberikan pengawasan setiap ruangan dan area. Selain itu, barang berharga dan dokumen penting sebaiknya disimpan di dalam tempat penyimpanan yang aman seperti lemari besi / brankas. Brankas diperlukan untuk melindungi barang berharga dan dokumen penting dari bahaya pencurian dan kebakaran. Faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih lemari besi antara lain jenis barang yang akan disimpan, ukuran, membutuhkan proteksi tahan bongkar saja atau tahan api saja atau keduanya dan lokasi penyimpanan. Disamping itu, ketahanan sebuah lemari besi dapat dilihat dari sertfikasi yang dimiliki lemari besi tersebut yakni sertifikasi tahan api dan sertifikasi tahan bongkar.

Keselamatan dari bahaya kebakaran.

Setiap area idealnya memiliki perangkat proteksi kebakaran baik di dalam maupun di luar bangunan tersebut. Pengamanan bahaya kebakaran termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR)Fire Alarm/Detection System, Sprinkler & Hydrant SystemFire Suppression System,Document Protection, dan Voice Alarm Public Address (VAPA) system. Sedangkan untuk luar gedung termasuk Outdoor Hydrant Box, Hydrant Pillar,  Outdoor VAPAHydrant Hose, dan Nozzle.

Tindakan pertama penanganan kebakaran adalah dengan APAR atau tabung pemadam kebakaran. Untuk jumlah dan jenis APAR atau tabung pemadam kebakaran, tergantung dari luas dan kapasitas area. alat pemadam kebakaran seperti tabung pemadam dan selang pemadam harus mudah dijangkau. Selain itu, cara penggunaan tabung apar harus tertulis jelas pada tabung apar. Jika api semakin membesar, maka perangkat pengamanan lanjutan seperti Fire Alarm System, VAPA System, Hydrant & Sprinkler System, dan Suppression Systemakan bekerja secara otomatis. Terdapat beberapa jenis media APAR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan seperti powder, Halotron, foam, dan CO2.

Masa berlaku peralatan dan perawatan alat

Selain pengadaan sejumlah sistem proteksi yang lengkap, pemeliharaan dan pengawasan rutin juga menjadi aspek penting. Sebagai contoh, tabung pemadam dengan media powderharus melakukan isi ulang dan pengecekan minimal dua kali dalam setahun. Hal ini harus dilakukan karena powder dapat membeku yang menyebabkan powder tidak keluar ketika disemprot. Perawatan tabung pemadam dengan media lain seperti Foam, CO2 dan Halotron tentu membutuhkan perawatan yang berbeda pula.

Untuk sistem keamanan seperti fire systems dan electronic security system perlu dilakukan perawatan setidaknya 3-4 kali setahun. Hal ini untuk memastikan semua sistem berfungsi sesuai dengan desain awal. Perawatan dapat berupa pembersihan fire alarmfocus adjustment pada CCTV, dll. Performance test berkala harus dilakukan untuk memastikan semua alat masih berfungsi semestinya.

Penghuni bangunan

Tidak hanya kesiapan alat proteksi yang perlu diperhatikan, namun juga keterlibatan penghuni gedung. Penghuni gedung sebaiknya selalu waspada akan letak emergency exitdan tangga darurat, mengatahui letak tombol fire alarm dan cara menggunakan APAR yang benar untuk pencegahan dini. Manajemen gedung juga harus mengadakan sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat secara rutin.