Sistem Proteksi Pintar dan Mandiri, FM 200 Fire Suppression

01 Oct 2019

Insiden kebakaran, tidak ada satu pun orang yang mengharapkan kejadian mengerikan ini. Beringasnya si jago merah yang senantiasa melahap apa pun disekitar. Kehilangan nyawa dan harta adalah dampak dari musibah ini, bahkan tak jarang juga menimpa para petugas pemadam kebakaran.


Bersyukur adanya perkembangan teknologi pada era sekarang ini. Karena dengan dukungan dari perangkat teknologi, bisa memudahkan manusia dalam beraktivitas di segala aspek. Demikian juga di bidang proteksi kebakaran. Dengan adanya dukungan teknologi, kini sudah hadir sebuah system proteksi kebakaran yang cerdas dan bisa bekerja secara mandiri tanpa melibatkan tenaga manusia.


Sistem itu ialah FM 200 Fire Suppresion. Jelasnya, system ini merupakan hasil dari kombinasi antara perangkat system pendeteksi dini dan perangkat sistem penindakan, yang dioperasikanbersamaan secara otomatis. cerdas ini mampu mendeteksi dan akan langsung mengambil langkah cepat untuk melakukan penindakan pemadaman kebakaran hanya dalam waktu 10 detik.


FM 200 Fire Suppression sudah menjadi standar kebutuhan di segala sektor industri, karena FM200 Suppression mampu mencegah atau mengendalikan kerusakan dan kerugian yang akan diakibatkan oleh kebakaran pada perangkat atau material yang memang harus dilindungi. Pada umumnya FM-200 Fire Suppression menggunakan Gas sebagai extinguishing agent-nya. Karena biasa digunakan untuk melindungi perangkat-perangkat elektronik seperti ruangan server, instalasi jaringan komputer, trafo, genset, turbin, UPS, control room, dll.


Sistem aplikasi FM200 Suppression, menggunakan gas yang ramah lingkungan [clean agent gas], sehingga memiliki daya padam yang cepat dan tepat serta tidak meninggalkan residu, selain itu tidak memerlukan biaya yang tinggi untuk melakukan pemulihan akibat terjadinya kebakaran. Serta tidak merusak lapisan ozon setelah gas terlepas ke udara.


Heptafluoropropane, adalah nama formula yang terkandung di dalam FM 200 Fire Suppresion. Di sisi lain, pun juga terdapat keuntungan lebih yang diberikan oleh system ini, tidak sepertisprinkler system atau pemadam portable otomatis lainnya. Meski mampu memberikan pemadaman terhadap api, namun water sprinkler akan meninggalkan kerusakan pada perangkat yang tidak mengalami kebakaran. Akhirnya tingginya biaya pemulihan yang dikeluarkan, bukan karena kerusakan pada perangkat yang terbakar, namun karena kerusakan perangkat lainnya yang terkena dampak residu dan air. Hal tersebut diakibatkan dari pemilihan sistem pemadaman yang tidak efektif.


Konsep dasar cara kerja FM-200 System, ringkasnya adalah melalui proses INPUT – PROCESS-OUTPUT. Dari masing-masing perangkat pendukung yang terpasang di dalam FM 200 Fire Suppression ini, terdapat dua mekanisme pengoperasian, yakni Mechanical dan Electrical. Artinya, perangkat mechanical masih bisa dioperasikan dengan dan tanpa adanya aliran arus listrik, sedangkan perangkat electrical bergantung pada adanya asupan aliran arus listrik. Sehingga pada saat terjadinya kegagalan arus listrik, salah satu keunggulan FM200 System ini masih bisa beroperasi secara maksimal, tentunya dengan beberapa pengecualian.   Berikut skema pengoperasiannya.
 
PERANGKAT INPUT
Fire Alarm System


Pada sistem ini, instalasi diaplikasikan menjadi dua zona dan metode instalasi yang digunakan adalah metode Cross-Zone. Pada saat terindikasi, alarm fire alarm dibedakan menjadi dua jenis fase indikasi fire alarm, yaitu:
Fase Alarm-1 [Single-zone].

Jika unit detektor di salah satu zona mendeteksi adanya partikel asap. Efek dari fase ini adalah Multi-tone akan mengeluarkan bunyi terputus-putus pendek dan lampu tanda “Evacuate Area Immediately” akan menyala. Pada tahap ini FM-200 clean agent gas suppression tidak akan dikeluarkan.
Fase Alarm-2 (Cross-zone).

Jika kemudian detektor pada zona lainnya juga mendeteksi adanya partikel asap, sehingga sekarang ada dua detektor atau lebih pada dua zona yang aktif, maka kondisi ini disebut juga dengan fase ALARM-2. Pada tahap ini, Multi-tone akan mengeluarkan bunyi terputus-putus panjang dan lampu tanda “Evacuate Area Immediately” akan menyala.

Selanjutnya Control panel akan mengirim signal untuk shutdown A/C, demikian juga system akan mulai menghitung delay selama 30 detik. Kemudian gas FM-200 akan release bersamaan dengan Alarm Bell yang berada di luar ruangan akan berbunyi dan lampu “Gas Discharged” yang berada di luar ruangan juga akan menyala.
Namun, jika pada saat delay berlangsung, jika tombol "Abort" ditekan dan ditahan, maka hitungan delay akan berhenti pada detik ke-10 menuju 0. Sehingga gas belum dikeluarkan. Dan jika tombol "Abort" dilepas, maka count-down akan menghitung mundur kembali, mulai dari detik ke-10.


Manual Release Station
Perangkat input yang satu ini hanya digunakan saat dalam kondisi darurat, misalnya pada saat sistem pendeteksi dini atau sistem fire alarm mengalami gagal fungsi. Untuk mengoperasikan perangkat ini, dibutuhkan seorang operator ataupun petugas yang sedang berjaga yang menyadari keadaan darurat tersebut. Dan perangkat ini masih membutuhkan sistem electrical untuk dapat beroperasi, artinya perangkat ini hanya bisa bekerja saat Control Panel masih memiliki asupan aliran arus listrik.


Lever Operated Control Head
Saat terjadi pemadaman listrik dan baterai cadangan Control Panel juga sudah tidak mendukung untuk memberi cadangan listrik, maka system harus dioperasikan secara secara manual. Dan satu-satunya cara untuk mengoperasikan system ini untuk dapat segera discharge adalah dengan menarik tuas "Lever Operated Control Head". Sehingga clean agent yang terdapat di dalam silinder pemadam api dapat dikendalikan baik itu release dan discharge dari silinder penyimpanan guna melakukan pemadaman terdapat api. Untuk itu  dibutuhkan seorang operator ataupun petugas yang inisiatif dan tanggap untuk melakukan tindakan tersebut.
Abort Switch Station
Perangkat ini hanya dapat diaktifkan atau difungsikan disaat fire alarm memasuki fase Alarm-2 atau pada saat count down delay 30 detik setelah Alarm-2 dan untuk menahan count down pada detik ke-10, seperti yang sudah dijelaskan di atas.


Supervised Disconnect Switch
Perangkat ini berfungsi untuk menonaktifkan output control unit pada saat terjadi ALARM. Atau secara fungsi digunakan untuk menonaktifkan saat melakukan maintenance atau saat fire drilling tidak merespon dan bereaksi saat disengaja ataupun tidak disengaja, apabila terjadi False alarm.


PERANGKAT PROCESS
Master Control Fire Suppression
Satu-satunya perangkat yang memproses segala aktifitas di dalam FM200 Fire Suppression disebut dengan Control Panel. Perangkat inilah yang mengelola segala respon dari perangkat-perangkat input yang selanjutnya diproses dan dikelola lalu memberikan reaksi berupa perintah dan tindakan lanjutan kepada perangkat-perangkat output. Segala aktivitas yang dilakukan Control Panel membutuhkan aliran arus listrik. Namun saat Control Panel kehilangan tenaga listrik dari sumber tenaga utama, Control Panel masih memiliki dua baterai sebagai cadangan.


PERANGKAT OUTPUT
Multi-tone/Hornstrobo
Multi-tone/Hornstrobo ini terletak di dalam ruangan yang diproteksi oleh Fire Suppression System. Perangkat ini beroperasi dengan mengeluarkan bunyi putus-putus pendek saat sistem Fire Alarm memasuki fase ALARM-1 dibarengi dengan kilatan cahaya. Lalu Multi-tone/Hornstrobo ini akan mengeluarkan bunyi putus panjang saat memasuki fase ALARM-2 dibarengi juga dengan kilatan cahaya.


Alarm Bell
Vibrating Bell atau Fire Alarm Bell bekerja dengan cara memberikan signal berupa audio dengan kapasitas suara mencapai 94 db at 10 feet [3.1 meters]. Perangkat ini akan berbunyi disaat memasuki fase Alarm-2 dan aktif juga bersamaan dengan lampu tanda "Gas Discharge". Alarm Bell akan terus berbunyi bahkan saat FM200 clean agent gas suppression telah selesai discharge.


Lampu Tanda "Evacuate Area Immediately"
Perangkat ini bekerja berdasarkan instruksi dari Control Panel FM-200 Suppression System yang beroperasi secara otomatis. Sign Lamp ini akan menyala pada saat terjadi fase ALARM-1 atau saat salah satu pada 1 titik detector mengindikasi dan sebagai peringatan untuk memberitahu petugas agar secepatnya segera meninggalkan ruangan yang diproteksi FM 200 Fire Suppression. Lampu "Evacuate Area Immediately" sign, berada di atas pintu keluar di dalam ruangan yang diproteksi oleh FM200 Suppression.


Lampu Tanda "Gas Discharge"
Perangkat ini bekerja berdasarkan instruksi dari Control Panel FM200 Suppression yang beroperasi secara otomatis. Sign Lamp ini akan menyala pada saat gas FM-200 release dan discharge serta untuk mengisyaratkan petugas agar tidak boleh lagi masuk ke area yang diproteksi, selama FM 200 clean agent gas discharge. Equipment ini berada di atas pintu masuk di luar ruangan yang diproteksi oleh FM200 Suppression.


Electronic Control Head
Saat memasuki fase Alarm-2 dan saat Control Panel sudah melakukan count-down 30 detik, apabila tidak ada pembatalan yang direspon oleh equipment lainnya, maka Electronic Control Head akan melakukan trigger pada head valve untuk membuka saluran secara elektronik sesuai instruksi dari Control Panel. Perangkat ini terpasang pada cylinder valve sebagai sarana untuk men-trigger gas FM-200 agar release dan discharge secara elektronik.


Pressure Operated Switch
Equipment ini berfungsi sebagai sarana monitoring [supervisory] untuk mengetahui clean agent gas discharge dari cylinder dan untuk menonaktifkan output control unit [Selenoid] pada saat terjadi ALARM dan memberi laporan kepada Control Panel FM 200 Suppression.


Discharge Nozzle
Fungsi sebagai sarana distribusi gas dari storage cylinder ke dalam ruangan yang diproteksi. Sederhananya, perangkat ini fungsinya sama seperti kran, namun discharge nozzle selalu standby dalam posisi terbuka dan umumnya varian putarannya adalah 180° dan 360°.