Sistem Keamanan Gedung Bertingkat dalam Pencegahan Kebakaran

11 Jul 2018

Sistem keamanan sebagai upaya pencegahan kebakaran terutama pada gedung bertingkat terdiri dari sejumlah tahapan dan memerlukan partisipasi berbagai pihak terkait untuk memberikan proteksi maksimal. Gedung bertingkat memiliki kerumitan tersendiri sehingga membutuhkan sistem penanganan kebakaran internal dan eksternal terpadu.

Di Indonesia, kategori gedung bertingkat menurut PerMen PU NO 26-PRT-M-2008 adalah bangunan yang berada lebih dari 15 meter di atas tanah atau gedung berlantai empat atau lebih. Penerapan jalur evakuasi harus dirancang sejak awal perencanaan gedung dengan perhitungan seksama.

 

Setiap gedung bertingkat idealnya memiliki perangkat proteksi kebakaran baik di dalam maupun di luar gedung, seperti Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan instalasi fire system yang sesuai. Selain pengadaan sejumlah sistem proteksi yang lengkap, pemeliharaan dan pengawasan rutin juga menjadi aspek penting. Untuk menjaga kualitas APAR, diperlukan pengecekan minimal dua kali dalam setahun, sedangkan untuk sistem pencegahan kebakaran lainnya setiap 3 bulan sekali atau empat kali dalam setahun.    

 

Perlindungan dokumen dan data penting juga menjadi perhatian penghuni gedung. Kedua barang berharga ini sebaiknya disimpan di brangkas dengan tingkat ketahanan api tinggi yang telah teruji tahan api.

 

Tidak hanya kesiapan alat proteksi yang perlu diperhatikan, namun juga keterlibatan penghuni gedung. Penghuni gedung harus selalu waspada akan letak emergency exit dan cara menggunakan APAR yang benar untuk pencegahan dini. Manajemen gedung juga harus memiliki rencana simulasi kebakaran rutin dan memastikan jalur evakuasi gedung bersih dari halangan apapun sehingga dapat berfungsi dengan baik jika diperlukan. Pengawasan kelengkapan dan efektivitas sistem proteksi kebakaran gedung bertingkat dilakukan oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Jika semua elemen saling berkesinambungan, maka resiko kebakaran juga dapat ditekan seminim mungkin.