Rutin Menjaga Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR) di dalam mobil: Cegah kebocoran sampai Rutin Mengocok APAR

Pemerintah lewat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyaratkan pemadam api ringan (APAR) untuk menjadi peralatan tambahan di kendaraan bermotor roda empat baru.

Peraturan ini konsisten dengan banyak kasus kebakaran di dalam mobil yang telah terjadi selama beberapa tahun ke depan, baik di parkir, pengisian bahan bakar, hingga mengemudi.

Dengan demikian, diharapkan melalui peraturan Direktur Jenderal Transportasi Terrestrial: KP.972 / AJ.502 / DRJD / 2020 tentang Tanggapan Darurat Kendaraan Bermotor, dampak pada kebakaran Mobil dapat diminimalisir.

Sayangnya, masih banyak orang yang tak tahu dengan pasti, termasuk bagaimana merawat mereka. APAR harus rutin dirawat setiap saat untuk digunakan, selalu dapat beroperasi secara optimal.

Leakage (Kebocoran)
Dianjurkan untuk pemilik mobil untuk secara langsung memeriksa kondisi fisik Apar. Jangan sampai terjadi leakage. Apar yang memiliki kebocoran dapat dilihat dengan indikator jarum yang menurun dari tekanan udara (pengukur tekanan) yang ditemukan di bagian atas tabung APAR.

Kedaluwarsa.
Apar juga memiliki periode kedaluwarsa dan harus diganti. Idealnya setahun sekali diisi. Apar juga dapat bertahan hingga tiga tahun jika disimpan di tempat yang kering.


Taruh yang Jauh dari sinar matahari
Untuk penyimpanan, harus disimpan di tempat yang dilindungi terhadap sinar matahari langsung. Apar dapat disimpan di bawah kursi depan atau di bagasi.

Kocok secara teratur
Selain memeriksa periode kedaluwarsa, Anda harus mengocok tabung Apar setidaknya tiga hari. Tujuannya adalah bahwa isi cairan dalam apar tidak mengeras.