Pengintegrasian Sistem Keamanan Bikin Gedung Naik Kelas

16 Sep 2019

Guys, di zaman yang katanya disebut banyak ahli teknologi sebagai era digita ini, telah terjadi pergeseran bentuk dan nilai terhadap aspek-aspek pengamanan dan pengawasan. Dulu boleh saja jumlah personel satuan pengamanan (satpam) dijadikan acuan menakar ketatnya sebuah sistem keamanan gedung. Sekarang, tidak lagi! Sebuah perangkat sistem keamanan diyakini bisa mengganti kan peran dari dua atau tiga orang personel satpam. Wah keren!


Piranti lunak atau software canggih, adalah buah pertumbuhan teknologi. Tumbuh kembangnya telah merambah ke bidang sistem keamanan. Mampu memadukan beragam sistem dan fitur menjadi sebuah satu kesatuan. Sistem keamanan terintegrasi atau integrated security system adalah sebutan bekennya. Jadi penasaran kan?
Begini guys, sebenarnya masyarakat sudah mengenal sistem keamanan terintegrasi. Hanya saja mereka nggak sadar karena mereka mengenalnya secara terpisah atau parsial. Beberapa contohnya seperti sistem surveilans kamera CCTV, sistem akses kontrol dan sistem alarm kebakaran.


Ingat ya! dalam mengaplikasikan sistem keamanan terintegrasi, tidak boleh sembarangan, semuanya harus terencana dengan matang. Butuh bantuan konsultan keamanan untuk membuat assessment . tujuannya sih buat mengamati dan menganalisa segala aktivitas di kawasan gedung, termasuk urusan lalu lintasnya juga. Turut juga mengenai jumlah orang atau kendaraan yang keluar- masuk gedung. Nah setelah ketemu hitung-hitungannya baru deh rancangan desain sistem keamanannya dibuat.


Zaman sekarang ini banyak hal yang mustahil menjadi mungkin, sama juga dengan urusan desain sistem keamanan terintegrasi, yang selalu menyesuaikan kebutuhan dapat dikustomisasi menurut kemauan penggunannya. Tapi kalau bicara yang paling standart, biasanya sebuah gedung mengaplikasikannya dengan memadukan sistem surveilans kamera CCTV, sistem akses kontrol, dan sistem alarm kebakaran. Cara beroperasinya?  canggih banget, yuk simak!


Dimulai dari pintu masuk gedung, memasangkan palang parkir dan kamera CCTV agar sistem bisa mengenali nomor plat kendaraan berikut wajah pengendaranya, secara otomatis. Kalau area lobi dan area lainnya di dalam gedung, pengunjung ataupun penghuni diharuskan memiliki kunci khusus untuk bisa masuk.
Kunci khusus di sini hanya kiasan saja kok. Jadi gini, para penghuni yang  biasanya terdiri dari kalangan karyawan, bisa menggunakan sidik jarinya sebagai kunci akses. Sedangkan para pengunjung (terkadang juga penghuni), biasanya menggunakan kartu akses untuk kunci keluar-masuk gedung. Disamping untuk merekam data aktivitas, kartu tersebut juga membatasi wilayah atau area mana saja yang boleh diakses.


Nggak cuma itu aja guys, gerak-gerik pengunjung dan penghuni gedung juga diawasi secara visual lho lewat kamera pengawas CCTV. Gelagat-gelagat yang mencurigakan pun jadi bisa cepat ditangani dengan adanya data rekaman video.  Masih ada lagi nih kecanggihan lainnya, disamping memadukan akses kontrol dan kamera CCTV, sistem keamanan terintegrasi juga bisa ikut mensinergikan alarm kebakaran juga lho!
Insiden kebakaran sering memerahkan gedung-gedung bertingkat. Begitu kobaran api muncul, seketika mayoritas orang akan memilih lari ketimbang bergegas mengambil Alat  Pemadam Api Ringan (APAR) terdekat, dan menyemprotkannya ke kobaran api. Begitulah naluri alami manusia yang selalu mencari perlindungan saat darurat. Maka sudah menjadi lumrah juga bahwa kepanikan sering mewarnai usaha melarikan diri.


Jadi paham dong kenapa gedung bertingkat butuh sistem keamanan terintegrasi? Begitu terdeteksi adanya kobaran api, perangkat detektor asap dan panas segera mengirimkan sinyal peringatan kepada sistem, lalu dalam kedipan mata akses kontrol di setiap pintu terbuka otomatis. Yang mesti diingat bahwa pintu darurat adalah satu-satunya dari seluruh pintu dimiliki gedung, yang tidak boleh dalam kondisi terkunci. Melainkan tertutup rapat, bisa dibuka dari dalam namun tidak bisa dari sisi luar. Acap kali jumlah korban jiwa disebabkan pintu darurat terkunci, gagal menyelamatkan diri.


Wah kok bisa sih? Alasannya lalai, dipicu kekesalan petugas satpam yang harus bolak-balik mengecek ke pintu darurat, karena banyak oknum yang suka mengganjal pintu darurat agar bisa memasuki gedung tanpa melewati lobi. Duh, hal-hal sepele seperti ini harusnya mudah diatasi.
Lain cerita kalau pengelola gedung memiliki manajemen pintu dengan memanfaatkan paduan teknologi akses kontrol dan pengawasan CCTV. Caranya? Begini, teknologi akses kontrol mampu mendeteksi sekaligus memberikan sinyal peringatan apabila ada pintu darurat yang telah terbuka dalam waktu yang cukup lama melebihi dari ketentuannya. Lalu situasi dipantau real time lewat kamera CCTV, kemudian memberitahukan petugas patrol atau satpam terdekat untuk meninjau langsung lokasi. Jadi ngga usah repot bolak-balik lagi deh.


Info tambahan nih guys, sistem keamanan terintegrasi masih bisa dikembangkan lebih jauh lagi, menyesuaikan kebutuhan penggunannya. Andai kata, diberikan lebih banyak akses terhadap input-output modul perangkat lainnya, seperti pencahayaan gedung, kelistrikan gedung dan pendingin gedung, maka meningkat menjadi sistem automasi gedung. Contoh lainnya dalam pengaplikasian sektor industrial, jika dimaksimalkan dapat memungkinkan peralatan-peralatan produksi pabrik saling berkomunikasi satu sama lain, maka ini lah yang disebut sistem pabrik pintar atau smart factory. Wah keren banget ya!