Metamorfosis Sistem Akses Kontrol

26 Sep 2019

Apa itu Akses Kontrol? Dilihat dari namanya, akses memiliki makna sebagai tindakan memasuki atau menggunakan kewenangan, sedangkan kontrol merupakan suatu tindakan untuk mengatur sebuah kegiatan atau aktivitas. Secara historis akses memasuki suatu tempat biasanya menggunakan anak kunci, namun seiring perkembangan zaman kini teknologi ambil peran dalam membatasi akses.
Kalau dulu definisi akses kontrol biasanya hanya dikenal sebagai upaya pembatasan pintu masuk ke suatu properti, bangunan atau ruangan. Kini dengan adanya dukungan teknologi, sebuah sistem akses kontrol dimungkinkan untuk menentukan:


Siapa saja yang diperbolehkan masuk atau keluar? Dimana mereka diizinkan untuk keluar atau masuk? Kapan mereka diizinkan untuk keluar atau masuk.
Selain itu juga sekarang ini berbagai macam hak akses dapat digunakan untuk menggantikan kunci mekanik. Ada Finger Scan, Eye Recognition, Face Recognition dan Voice Recognition yang lebih banyak digunakan sebagai pengamanan utama pada ruangan tertentu. Akan tetapi fakta di lapangan menunjukan bahwa kebanyakan memang masih menggunakan akses kartu, seperti di public area atau di bangunan komersial. Alasannya, kartu lebih mudah di-manage, disosialisasikan, dan dioperasionalkan.

Saat ini hampir semua gedung atau area publik sudah menggunakan sistem akses kontrol untuk memberi kendali atas pergerakan individu, baik yang keluar atau yang masuk. Tidak saja memasang di setiap pintu, akses kontrol di gedung-gedung bertingkat, peruntukan perkantoran misalnya, tapi sistem akses kontrol mulai diterapkan sejak di area lobi gedung.


Adapun perangkat akses kontrol yang mendukung untuk pengamanan lebih dengan cakupan wilayah yang diamankan lebih luas, diantaranya, speed gates yang lebih difungsikan pada gedung-gedung komersial, airport security gates untuk pengamanan tingkat tinggi di bandara. interlocking doors, revolving doors, security doors, electronic article surveillance, dan high-security doors.


Contoh kasus, seperti tailgating atau ketika ada orang yang berdempetan namun sensor hanya mendeteksi seolah hanya satu orang yang masuk. Ada pula ketika ayah dan anak yang masuk dan tidak kelihatan sebagai dua orang, atau ada orang yang bawa koper dan bisa ditangkap sebagai dua orang sehingga tidak bisa masuk.
Nah di situasi tersebut, perangkat-perangkat yang ada memainkan perannya. Pun juga berbagai keunggulan teknologi  turut ditanamkan pada setiap perangkat pendukung akses kontrol tersebut. Bahkan diantaranya ada sejumlah produk dibekali 32 hingg 64 sensor pendeteksi.


Keunggulan lainnya sistem akses kontrol, memungkinkan para petugas atau pengelola gedung untuk mengetahui dengan pasti berapa jumlah orang yang berada di dalam gedung. Sehingga apabila dalam keadaan darurat yang membutuhkan penyelamatan, maka sistem ini juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses evakuasi.