Mengenal Tipe-Tipe APAR (Alat Pemadam Api Ringan)

10 Jun 2019

Alat Pemadam Api Ringan (Fire Extinguisher) yang biasanya disingkat dengan APAR adalah alat perlindungan kebakaran aktif yang digunakan untuk memadamkan api atau mengendalikan kebakaran kecil, biasanya dalam situasi darurat. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) pada umumnya berbentuk tabung yang diisikan dengan bahan pemadam api yang bertekanan tinggi.

Tipe APAR dibagi atau diklasifikan  berdasarkan sistem kerjanya, medianya, dan kapasitasnya. Berikut penjabaran lebih lanjut mengenai tipe-tipe APAR:

Tipe fire extinguisher berdasarkan sistem kerjanya 

1. Stored Pressure System

Tabung pemadam menggunakan tekanan langsung, pada system stored pressure tekanan bercampur dengan media tanpa adanya cartridge. Cara kerja sistem ini menggunakan katup buka tutup. Sistem ini dilengkapi dengan alat pengukur tekanan yang berfungsi untuk memudahkan kita dalam meakukan pengecekan (kondisi jarum pada pressure gauge harus berada pada warna hijau ).Kelemahan pada sistem ini anda tidak dapat melakukan pengisian ulang sendiri.

2. System Cartridge Pressure

Alat pemadam kebakaran (APAR = Alat Pemadam Api Ringan ) yang memiliki tekanan tidak langsung, artinya system pada tabung pemadam api ini tekanan tidak dicampur menjadi satu dengan media, meskipun tekanan pada system cartridge diletakkan pada satu tabung. APAR ini tidak dilengkapi dengan alat pengukur tekanan sehingga membuat kita agak sedikit kesulitan dalam melakukan pengecekan. Untuk melakukan pengecekan pada sistem ini kita harus mengeluarkan cartridge dan menimbangnya. Untuk pengisian ulang pada system cartridge lebih mudah bahkan dapat dikerjakan sendiri tanpa tenaga ahli sekalipun.

Tipe fire extinguisher berdasarkan medianya

1. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Cairan/Water

APAR jenis air (water) adalah Jenis APAR yang menggunakan meida air dengan tekanan tinggi. APAR jenis ini merupakan APAR dengan harga yang paling terjangkau  dan cocok untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet, Plastik dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A). Tetapi akan sangat berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran yang dikarenakan Instalasi Listrik yang bertegangan (Kebakaran Kelas C).

2. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Busa/Foam (AFFF)

APAR Jenis Busa ini adalah Jenis APAR yang terdiri dari bahan kimia yang dapat membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang disembur keluar akan menutupi bahan yang terbakar sehingga Oksigen tidak dapat masuk untuk proses kebakaran. APAR Jenis Busa AFFF ini efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Kain, Karet dan lain sebagainya (Kebakaran Kelas A) serta kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak, Alkohol, Solvent dan lain sebagainya (Kebakaran Jenis B).

3. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Serbuk Kimia/Dry Chemical Powder

APAR Jenis Serbuk Kimia atau Dry Chemical Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk kering kimia yang merupakan kombinasi dari Mono-amonium dan ammonium sulphate. Serbuk kering Kimia yang dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang terbakar sehingga memisahkan Oksigen yang merupakan unsur penting terjadinya kebakaran. APAR Jenis Dry Chemical Powder ini merupakan Alat pemadam api yang serbaguna karena efektif untuk memadamkan kebakaran di hampir semua kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.

APAR Jenis Dry Chemical Powder tidak disarankan untuk digunakan dalam Industri karena akan mengotori dan merusak peralatan produksi di sekitarnya. APAR Dry Chemical Powder umumnya digunakan pada mobil.

4. Alat Pemadam Api (APAR) Jenis Karbon Dioksida/Carbon Dioxide (CO2)

APAR Jenis Karbon Dioksida (CO2) adalah Jenis APAR yang menggunakan bahan Karbon Dioksida (Carbon Dioxide / CO2) sebagai bahan pemadamnya.  APAR Karbon Dioksida sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan Kelas C (Instalasi Listrik yang bertegangan).

5. Gas Pengganti Halon HCFC Bland (Halotron ) =Untuk klas Kebakaran ABC

6. Gas Pengganti Halon HFC 236 (FE 36) ) =Untuk klas Kebakaran ABC

Tipe fire extinguisher menurut kapasitas

Ukuran yang mempunyai berat isi max 18 kg (PORTABLE ) menurut NFPA
Ukuran yang mempunyai berat isi lebih dari 18 kg (TROLLEY UNIT)
Untuk mengetahui jenis APAR yang sesuai dengan kebutuhan,  kita perlu mengetahui jenis-jenis potensi kebakaran yang ada di area kita. Menurut menteri tenaga kerja dan transmigrasi tertera jelas telah mengeluarkan peraturan nomor 04/MEN/1980 yang menjelaskan mengenai 4 kelas kebakaran yang ada di Indonesia, yaitu:

Kebakaran Kelas A – Kebakaran Kelas A merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan padat non-logam seperti Kertas, Plastik, Kain, Kayu, Karet dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas A adalahAPAR jenis Cairan (Water), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).
Kebakaran Kelas B – Kebakaran Kelas B merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah terbakar seperti Minyak (Bensin, Solar, Oli), Alkohol, Cat, Solvent, Methanol dan lain sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas B adalah  APAR jenis Karbon Diokside (CO2), APAR jenis Busa (Foam) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).
Kebakaran Kelas C – Kebakaran Kelas C merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh Instalasi Listrik yang bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk memadamkan kebakaran Kelas C adalah APAR jenis Karbon Diokside (CO2) dan APAR jenis Tepung Kimia (Dry Powder).
Kebakaran Kelas D – Kebakaran Kelas D merupakan kelas kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang mudah terbakar seperti sodium, magnesium, aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran Jenis ini perlu APAR khusus dalam memadamkannya.
Perhatikan faktor penting dalam proses pemadaman :

Arah angin
Jenis benda yang terbakar
Volume benda yang terbakar
Berapa lama telah terbakar
Situasi, kondisi dan lingkungan
Keselamatan diri