Kebakaran Hutan di Indonesia

22 Feb 2019

Kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah Indonesia menjadi perhatian dan harus diwaspadai terutama khususnya pada musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi terkait beberapa daerah di Indonesia yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan.

 

Berikut 11 provinsi di Indonesia yang rentan terjadi kebakaran hutan dan lahan:

  1. Aceh
  2. Sumatera Utara
  3. Riau
  4. Jambi
  5. Sumatera Selatan
  6. Kepulauan Bangka Belitung
  7. Kalimantan Barat
  8. Kalimantan Timur
  9. Kalimanta Tengah
  10. Kalimantan Selatan
  11. Papua

Penyebab Umum Kebakaran Hutan atau Kebakaran Lahan

Kebakaran hutan dikelompokan menjadi 2 yaitu:

1. Faktor Alam

Beberapa kejadian alam dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran hutan. Kebakaran hutan yang disebabkan oleh faktor alam biasanya tidak menimbulkan dampak luas. Dan biasanya, kebakaran hutan yang disebabkan oleh faktor alam tidak menimbulkan kerugian sebesar kebakaran hutan yang disebabkan oleh kesengajaan manusia. Berikut beberapa kejadian alam yang bisa memicu timbulnya kebakaran hutan:

Musim kemarau yang berkepanjangan dapat berakibat naiknya suhu di berbagai wilayah termasuk hutan. Suhu yang tinggi tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan.
Sambaran petir juga dapat berpotensi menyebabkan kebakaran hutan. Perubahan iklim yang terjadi akibat penyebab pemanasan global juga bisa menyebabkan seringnya sambaran petir itu terjadi.
Aktivitas vulkanis khususnya di wilayah pegunungan berapi. Wilayah hutan di gunung berapi dapat terbakar ketika terjadi aktivitas vulkanis. Contohnya ketika gunung berapi meletus, lahar dari gunung berapi tersebut mengenai hutan di lingkungan gunung berapi itu sehingga hutan mengalami kebakaran.
Ground fire, yaitu kebakaran yang terjadi di dalam lapisan tanah. Musim kemarau berkepanjangan merupakan penyebab dari kebakaran dalam tanah ini. Biasanya, kebakaran ini terjadi di daerah yang memiliki lahan gambut sehingga lahan gambut tersebut terbakar ketika suhu udara naik seiring kemarau panjang yang terjadi.
2. Faktor manusia, kelalaian atau kesengajaan

Pembakaran lahan tidak terkendali akan memberikan dampak akibat hutan gundul. Pembukaan lahan perkebunan biasanya merupakan latar belakang dilakukannya pembakaran lahan. Berikut penyabab kebakaran hutan yang dilatarbelakangi oleh kesengajaan:

Konflik antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat akan status kepemilikan suatu lahan.
Faktor ekonomi masyarakat local yang ingin membuka lahan dan hanya memiliki sedikit biaya biasanya melakukan cara instan untuk membuka lahan. Mereka membakar hutan untuk membuka lahan baru. Cara tersebut dianggap lebih mudah dan murah meski akibat yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan dan akan lebih mudah menjadi penyebab pencemaran udara.
Meninggalkan bekas api unggun atau membuang puntung rokok di hutan. Hal ini biasa terjadi ketika seorang pendaki gunung atau seseorang yang melakukan perjalanan dalam hutan. Api unggun yang dinyalakan biasanya ditinggalkan begitu saja sehingga berpotensi menyebabkan kebakaran
Kurangnya penegakan hukum untuk aturan mengenai pembakaran hutan.
Meskipun kebakaran hutan yang disebabkan oleh faktor alam sangat mungkin terjadi, namun bencana kebakaran hutan yang melanda Indonesia setiap tahunnya merupakan bencana yang terjadi akibat kesengajaan manusia.

 

Dampak Kebakaran Hutan atau Lahan.

Kebakaran hutan dan lahan menyebarkan asap dam emisi gas karbon dioksida ke wilayah atmosfer dan berperan dalam fenomena penipisan lapisan ozon.
Rusak dan musnahnya ekosistem, habitat serta kehidupan flora dan fauna liar yang tumbuh dan hidup di hutan.
Membuat masyarakat terganggu dan terserang penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, seperti ISPA, Asma, Penyakit Paru dan Jantung, bahkan iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung
Kebakaran hutan akan menyebabkan hutan menjadi gundul sehingga tak mampu menampung cadangan air saat musim hujan. Hal ini yang menjadi faktor terjadinya tanah longsor maupun banjir
Kehilangan bahan baku industri yang akan berpengaruh pada perekonomian.
Memicu cuaca cenderung panas.
Menurunnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke sebuah Negara.
Berkurangnya sumber air bersih dan menyebabkan kekeringan karena kebakaran hutan menyebabkan hilangnya pepohonan yang menampung cadangan air.
Pencegahan Kebakaran Hutan

Membuat menara pengamat yang tinggi berikut alat telekomunikasi.
Melakukan patroli keliling hutan secara rutin untuk mengatasi kemungkinan kebakaran.
Menyediakan sistem transportasi mobil pemadam kebakaran yang siap digunakan.
Melakukan pemotretan citra secara berkala, terutama di musim kemarau untuk memantau wilayah hutan dengan titik api cukup tinggi yang merupakan rawan Kebakaran
Apakah kita yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan?

Apa peran yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan? Masyarakat bisa berperan dengan ikut mengawasi dan memantau titik rawan kebakaran hutan atau mewaspadai daerah dengan potensi kebakaran hutan tinggi. Langkah lainnya yang bisa dilakukan masyarakat:.

Jangan membuka lahan atau perkebunan dengan cara membakar hutan.
Tidak membuang puntung rokok secara sembarangan di hutan.
Tidak meninggalkan api unggun dalam hutan. Api unggun harus dipadamkan terlebih dahulu jika ingin meninggalkan hutan.
Ketika musim kemarau atau berangin, sebaiknya jangan sembarangan melakukan pembakaran. Jika melakukan aktivitas pembakaran, usahakan dilakukan dengan minimal jarak 50 kaki dari bangunan dan 500 kaki dari hutan. Penting untuk memastikan api telah padam setelah melakukan aktivitas pembakaran.