Bagaimana Fire Alarm System Bekerja?

25 Feb 2019

Fire alarm system adalah sebuah sistem penanda bahaya terhadap kebakaran yang bekerja untuk mendeteksi keberadaan api yang tidak diinginkan dengan memonitor perubahan lingkungan yang terkait dengan pembakaran. Secara sederhana, cara kerja sebuah fire alarm adalah dengan mengeluarkan signal berupa suara alarm dan indikasi lampu menyala apabila detektor menemukan salah satu atau beberapa tanda kebakaran seperti api, asap, gas, maupun panas.

Tujuan dipasangnya sebuah sistem fire alarm adalah untuk mendeteksi secara dini terhadap kebakaran dan memberitahukan kepada orang disekitar tempat kejadian untuk dapat melakukan evakuasi atau melakukan tindakan darurat dalam pemadaman dan mengkontrol penyebaran api dan asap. Secara umum, fire alarm systems dapat diaktifkan secara otomatis (melalui detector) atau secara manual (melalui Manual Call Point).

Proses dan komponen sistem fire alarm terdiri dari:

Input
Detector (smoke detector, heat detector, flame detector, gas detector), untuk mengujinya, Anda dapat menggunakan smoke detector tester.
Manual Call Point (break glass, pull station, push station)
Proses
Panel Fire Alarm Systems (FACP) merupakan alat pusat pengendali pada fire alarm systems. Dapat dikatakan bahwa panel menjadi main control fire alarm. Control Panel menerima informasi dari detector dan/atau Manual Call Point untuk diproses sesuai program yang diatur dan selanjutnya mengaktifkan alarm (bell) atau melakukan kontrol terhadap alat-alat lain yang diintegrasikan kepada panel tersebut.
Output (Audio, Visual & Audio Visual)
Alarm Bell / horn
Indikator / strobe lamp
Berdasarkan prinsip kerja, fire alarm systems dibagi menjadi:

Konvensional

Setiap perangkat input yang terhubung ke control panel, akan dikelompokkan berdasarkan zona/group. Cara kerjanya adalah menghubungkan detector dengan control panel utama dengan menggunakan kabel isi dua. Sistem ini berkerja secara pararel, artinya detector yang dipasang memiliki titik awal dan titik akhir. Kesatuan sistem dari titik awal hingga akhir ini disebut zona. Setiap zona biasanya terdiri dari beberapa detector. Apabila detector mendeteksi tanda-tanda kebakaran, maka sistem akan mengirimkan tanda berupa lampu pada zona lokasi kebakaran dan memberikan peringatan dengan membunyikan alarm.

Addressable Fire Alarm

Sistem addressable fire alarm merupakan sistem yang setiap perangkatnya yang terhubung langsung ke control panel (baik perangkat input atau output) mempunyai identifikasi masing-masing (alamat/address sendiri) pada detector kebakarannya. Dengan begitu, apabila terjadi kebakaran, sistem akan langsung mengirimkan alarm dan signal lampu detektor. Kelebihan dari sistem ini adalah kemudahan dalam mencari lokasi kebakaran secara akurat, sehingga dapat segera mengetahui jalur evakuasi yang tepat serta memperpanjang waktu evakuasi.

Semi-Addressable

Sistem ini adalah gabungan dari sistem konvensional dan sistem addresable yakni dengan  menggunakan control panel sistem addressable serta perangkat input atau output konvensional. Kelebihan dari sistem ini adalah kita dapat mencakup lebih banyak detector dibandingkan dengan menggunakan panel konvensional yang memiliki keterbatasan pada masing-masing zonanya.

Saat ini banyak sekali yang jual fire alarm di Indonesia dan apabila Anda ingin memasang fire alarm sistem fire alarm di kantor atau rumah Anda, pastikan untuk memilih produk dan sistem yang berkualitas dan dipasang oleh orang yang sudah ahli  dan juga berpengalaman.